Clouder

Cara Cek WHOIS Domain dan Mengenal RDAP Pengganti WHOIS

Oleh Tim Clouder ·

Anda menemukan nama domain yang pas untuk bisnis, tetapi ternyata sudah terdaftar. Siapa pemiliknya, kapan habis masa aktifnya, dan apakah ada peluang domain itu dilepas? Atau sebaliknya, Anda ingin memastikan domain milik sendiri tidak terkunci saat akan dipindahkan ke registrar lain. Semua jawaban itu didapat dengan cek WHOIS domain.

Yang banyak orang belum tahu, "WHOIS" kini sebagian besar sudah digantikan oleh protokol baru bernama RDAP. Sejak 28 Januari 2025, ICANN menetapkan RDAP sebagai sumber definitif data pendaftaran domain generik seperti .com, .net, dan .org. Hasilnya juga berbeda dari sepuluh tahun lalu: nama, alamat, dan email pemilik hampir selalu disensor.

Artikel ini menjelaskan cara cek WHOIS domain dengan benar, cara membaca setiap bagian hasilnya, arti kode status seperti clientTransferProhibited, dan siklus hidup domain dari expired hingga bisa didaftarkan ulang.

Apa itu WHOIS dan informasi apa yang ditampilkan

WHOIS adalah layanan untuk mencari data pendaftaran sebuah domain. Protokol aslinya sangat sederhana (didokumentasikan di RFC 3912): Anda mengirim nama domain ke server di port 43, lalu server membalas dengan teks bebas. Tidak ada format baku, sehingga setiap registry dan registrar menampilkan data dengan susunan berbeda.

Saat cek WHOIS domain, informasi yang umumnya muncul adalah:

  • Registrar — perusahaan tempat domain didaftarkan, beserta ID dan kontak abuse-nya.
  • Tanggal penting — tanggal registrasi, tanggal terakhir diubah, dan tanggal kedaluwarsa.
  • Nameserver — server DNS yang menjawab untuk domain tersebut, misalnya ns1.hostinganda.id atau nameserver Cloudflare.
  • Status domain — kode EPP seperti clientTransferProhibited atau redemptionPeriod.
  • DNSSEC — apakah domain sudah ditandatangani (signed) atau belum.
  • Kontak pendaftar (registrant) — nama, organisasi, email. Saat ini bagian ini biasanya disensor.

Data teknis seperti nameserver, status, dan tanggal tetap terbuka karena dibutuhkan untuk operasional internet. Data pribadi pemilik itulah yang kini tertutup.

RDAP: pengganti WHOIS yang lebih terstruktur

RDAP (Registration Data Access Protocol) adalah protokol yang dirancang IETF untuk menggantikan WHOIS. Spesifikasinya tersebar di beberapa RFC, terutama RFC 9082 untuk format query dan RFC 9083 untuk format respons JSON, serta RFC 9224 untuk mekanisme bootstrap (menemukan server RDAP yang tepat untuk tiap TLD).

Perbedaan RDAP dan WHOIS

  • Format — WHOIS mengembalikan teks bebas; RDAP mengembalikan JSON dengan nama field yang baku, sehingga mudah dibaca program dan konsisten antar registry.
  • Transport — RDAP berjalan di atas HTTPS, jadi data terenkripsi dalam perjalanan dan bisa diakses langsung dari browser atau curl.
  • Penemuan server — IANA menerbitkan daftar bootstrap yang memetakan setiap TLD ke server RDAP-nya. Klien tidak perlu lagi menebak server WHOIS mana yang harus ditanya.
  • Akses bertingkat — RDAP mendukung autentikasi, sehingga secara teknis memungkinkan pihak berwenang melihat data lebih lengkap daripada publik.
  • Dukungan internasional — RDAP menangani karakter non-Latin dan nama domain internasional (IDN) dengan lebih baik.

Status transisi WHOIS ke RDAP

Untuk domain generik (gTLD), registry dan registrar yang terikat kontrak ICANN wajib menyediakan RDAP, dan sejak 28 Januari 2025 kewajiban menjalankan layanan WHOIS port 43 berakhir. Sebagian penyedia masih menyalakan WHOIS lama, tetapi isinya bisa berbeda dan tidak lagi dijamin. Rinciannya bisa dibaca di pengumuman resmi ICANN.

Domain kode negara (ccTLD) seperti .id tidak diatur oleh kontrak ICANN, jadi kebijakannya diserahkan ke masing-masing registry. Untuk .id, PANDI sudah menyediakan server RDAP di rdap.pandi.id yang tercantum di daftar bootstrap IANA. Jadi Anda bisa memakai cara yang sama untuk domain .id, .co.id, maupun .my.id.

Cara cek WHOIS domain langkah demi langkah

Lewat alat online

Cara paling praktis adalah memakai alat cek WHOIS kami yang mengambil data lewat RDAP. Ketik nama domain tanpa https:// dan tanpa www, misalnya tokoanda.id, lalu periksa registrar, tanggal kedaluwarsa, nameserver, dan statusnya.

Jika domain ternyata belum terdaftar, RDAP akan menjawab bahwa objek tidak ditemukan. Untuk memastikan ketersediaan dan melihat harganya, gunakan pencarian domain.

Lewat terminal dengan curl

RDAP hanyalah permintaan HTTPS biasa. Contoh untuk domain .com (server Verisign) dan .id (server PANDI):

curl -s https://rdap.verisign.com/com/v1/domain/example.com
curl -s https://rdap.pandi.id/rdap/domain/pandi.id

Respons berupa JSON. Bagian yang paling sering dicari terlihat seperti ini (diringkas):

"status": ["client delete prohibited", "client transfer prohibited", "client update prohibited"],
"events": [
  {"eventAction": "registration", "eventDate": "1995-08-14T04:00:00Z"},
  {"eventAction": "expiration", "eventDate": "2027-08-13T04:00:00Z"}
],
"nameservers": [{"ldhName": "ELLIOTT.NS.CLOUDFLARE.COM"}, {"ldhName": "HERA.NS.CLOUDFLARE.COM"}]

Perhatikan bahwa RDAP menulis status dengan huruf kecil dan spasi (client transfer prohibited), sedangkan WHOIS dan EPP menulisnya dalam camelCase (clientTransferProhibited). Artinya sama persis.

Untuk TLD lain, cari URL servernya di file bootstrap IANA (https://data.iana.org/rdap/dns.json). Perintah whois example.com di Linux atau macOS masih bisa dipakai, tetapi untuk banyak gTLD hasilnya kini terbatas atau kosong.

Mengapa data pemilik domain disensor

Redaksi karena GDPR

Sejak GDPR berlaku di Uni Eropa pada Mei 2018, ICANN mengizinkan, dan pada praktiknya mewajibkan, registrar menyensor data pribadi pendaftar dari tampilan publik. Di RDAP, Anda akan melihat teks seperti "REDACTED FOR PRIVACY" atau field yang dikosongkan, kadang disertai catatan redacted yang menjelaskan bagian mana yang disembunyikan. Banyak registrar menerapkannya ke semua pelanggan, bukan hanya warga Eropa.

Untuk menghubungi pemilik domain, registrar biasanya menyediakan formulir kontak atau email perantara (relay). Permintaan data asli untuk keperluan hukum, misalnya sengketa merek, diajukan langsung ke registrar dengan alasan yang sah.

Privacy protection

Selain redaksi bawaan, ada layanan privacy protection atau proxy: data kontak di registry diganti dengan data penyedia layanan privasi. Ini berguna bagi freelancer atau blogger yang mendaftar atas nama pribadi dan tidak ingin alamat rumahnya tampil. Untuk domain .id, data pendaftar tetap diverifikasi PANDI sesuai persyaratan dokumen, meski tidak ditampilkan ke publik. Persyaratan lengkapnya ada di panduan daftar domain .id.

Satu hal penting: privasi tidak boleh membuat Anda lupa memperbarui email kontak di akun registrar. Email itulah yang menerima pengingat perpanjangan dan konfirmasi transfer.

Memahami status domain (kode EPP)

Status domain memakai kode dari protokol EPP (RFC 5731). Ada dua kelompok: status yang dipasang registrar (berawalan client) dan yang dipasang registry (berawalan server). Daftar lengkapnya ada di halaman resmi ICANN tentang EPP status codes.

Status yang normal dan justru melindungi

  • ok — tidak ada pembatasan atau proses yang tertunda.
  • clientTransferProhibited — domain dikunci agar tidak bisa ditransfer ke registrar lain. Ini kunci pengaman yang wajar. Anda perlu membukanya (unlock) di panel registrar sebelum transfer; lihat panduan transfer domain tanpa downtime.
  • clientDeleteProhibited dan clientUpdateProhibited — mencegah penghapusan atau perubahan data tanpa izin.
  • serverTransferProhibited, serverDeleteProhibited, serverUpdateProhibited — kunci di level registry. Bisa berarti layanan "registry lock" untuk domain penting, sengketa hukum, atau pembatasan transfer sementara setelah registrasi baru.

Status yang perlu diwaspadai

  • clientHold atau serverHold — domain tidak aktif di DNS, sehingga website dan email mati. Penyebab umum: belum dibayar, verifikasi data belum selesai, atau masalah hukum/abuse.
  • inactive — domain belum diberi nameserver.
  • pendingTransfer — sedang ada proses transfer. Jika Anda tidak memintanya, segera hubungi registrar.
  • autoRenewPeriod dan renewPeriod — masa tenggang setelah domain diperpanjang.
  • addPeriod — beberapa hari pertama setelah registrasi; normal.
  • redemptionPeriod — domain sudah dihapus registrar karena tidak diperpanjang, tetapi masih bisa ditebus.
  • pendingDelete — domain akan segera dilepas dan tidak bisa diselamatkan lagi.

Siklus hidup domain expired: dari grace period sampai pending delete

Memahami siklus ini penting baik untuk menjaga domain sendiri maupun untuk mengincar domain orang lain. Urutan berikut berlaku umum untuk gTLD seperti .com; jumlah hari di tahap awal bisa berbeda antar registrar.

  1. Aktif — domain berjalan normal hingga tanggal kedaluwarsa. Menurut kebijakan ICANN (Expired Registration Recovery Policy), registrar wajib mengirim pengingat sekitar satu bulan dan satu minggu sebelum kedaluwarsa.
  2. Expired / masa tenggang perpanjangan — setelah lewat tanggal, website biasanya berhenti atau diganti halaman pemberitahuan. Pemilik masih bisa memperpanjang dengan harga normal atau sedikit lebih mahal. Panjangnya ditentukan registrar, umumnya beberapa minggu.
  3. Redemption period (sekitar 30 hari) — jika tetap tidak diperpanjang, registrar menghapus domain dan domain masuk redemptionPeriod. Pemilik lama masih bisa menebusnya lewat registrar, tetapi ada biaya restore yang biasanya jauh lebih mahal dari harga perpanjangan.
  4. Pending delete (sekitar 5 hari) — tidak bisa ditebus lagi. Setelah tahap ini, domain dilepas oleh registry.
  5. Tersedia kembali — siapa pun bisa mendaftarkannya. Domain bagus sering langsung disambar layanan backorder atau drop catching dalam hitungan detik.

Untuk domain .id, PANDI menerapkan aturan siklusnya sendiri. Jangan berasumsi angkanya sama dengan .com; tanyakan ke registrar Anda berapa hari masa tenggang dan berapa biaya penebusannya, lalu aktifkan perpanjangan otomatis jika tersedia.

Memakai cek WHOIS sebelum membeli domain

Saat domain incaran sudah terdaftar

Cek WHOIS memberi gambaran realistis tentang peluang Anda:

  • Tanggal kedaluwarsa masih lama dan status penuh kunci — domain aktif dirawat. Peluang hanya lewat tawaran langsung ke pemilik melalui formulir kontak registrar.
  • Status redemptionPeriod atau pendingDelete — domain kemungkinan akan dilepas. Pantau tanggalnya atau pasang backorder.
  • Nameserver parkir milik marketplace — domain sedang dijual. Hati-hati dengan harga dan pastikan transaksi lewat escrow resmi.

Jika domain tidak bisa didapat, pertimbangkan alternatif ekstensi atau variasi nama. Tips memilih nama ada di panduan memilih nama domain untuk bisnis.

Saat membeli domain bekas (expired)

Domain yang pernah dipakai bisa membawa reputasi lama, baik bagus maupun buruk. Sebelum membeli, cek riwayatnya di Internet Archive, cari site:namadomain di Google untuk melihat sisa indeks, dan periksa apakah domain pernah dipakai untuk spam. Setelah memiliki domain, cek record DNS-nya dengan DNS lookup untuk memastikan tidak ada record sisa pemilik lama.

Memeriksa domain milik sendiri

Biasakan cek WHOIS domain Anda sendiri beberapa kali setahun. Pastikan registrar dan nameserver sesuai, tanggal kedaluwarsa jelas, status menyertakan clientTransferProhibited, dan tidak ada status hold. Banyak bisnis kehilangan domain bukan karena dicuri, melainkan karena kartu pembayaran kedaluwarsa dan email pengingat masuk ke kotak masuk mantan karyawan.

Checklist cek WHOIS domain

  • Ketik domain tanpa https:// dan www.
  • Catat tanggal kedaluwarsa dan pasang pengingat sendiri.
  • Pastikan nameserver mengarah ke hosting atau DNS yang benar.
  • Periksa status: kunci client...Prohibited wajar; hold dan redemptionPeriod perlu tindakan segera.
  • Untuk domain incaran, perhatikan status siklus hidupnya sebelum menawar.
  • Pastikan email kontak di akun registrar masih aktif.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah WHOIS sudah tidak bisa dipakai lagi?

Untuk domain generik, ICANN menjadikan RDAP sumber data resmi sejak 28 Januari 2025 dan registry/registrar tidak lagi wajib menjalankan WHOIS. Sebagian server WHOIS masih hidup, tetapi untuk hasil yang akurat sebaiknya gunakan alat yang berbasis RDAP.

Mengapa nama pemilik domain tidak muncul saat cek WHOIS?

Data pribadi pendaftar disensor karena aturan privasi seperti GDPR atau karena pemilik memakai layanan privacy protection. Data teknis seperti registrar, nameserver, tanggal, dan status tetap ditampilkan.

Apa arti status clientTransferProhibited?

Artinya registrar mengunci domain agar tidak bisa dipindahkan ke registrar lain tanpa dibuka terlebih dahulu. Ini status pengaman yang normal, bukan tanda masalah, dan Anda bisa membukanya sendiri di panel registrar saat akan transfer.

Apakah domain .id bisa dicek lewat RDAP?

Bisa. PANDI menyediakan server RDAP di rdap.pandi.id yang terdaftar di daftar bootstrap IANA, sehingga domain .id, .co.id, .my.id, dan turunan lainnya dapat dicek dengan alat RDAP.

Kapan domain yang expired bisa saya daftarkan?

Untuk gTLD seperti .com, umumnya setelah melewati masa tenggang dari registrar, sekitar 30 hari redemption period, dan sekitar 5 hari pending delete. Domain bernilai sering langsung didaftarkan layanan backorder, jadi pasang backorder jika Anda benar-benar menginginkannya.

Langkah berikutnya

Coba cek domain Anda sekarang dengan alat cek WHOIS gratis dan pastikan tanggal kedaluwarsa, nameserver, dan statusnya sudah benar. Jika domain incaran Anda ternyata masih tersedia, segera amankan lewat pencarian dan pendaftaran domain sebelum didahului orang lain.