Cara Transfer Domain Tanpa Downtime: Panduan Lengkap
Oleh Tim Clouder ยท
Anda ingin memindahkan domain ke registrar lain, mungkin karena harga perpanjangan naik, layanan lambat, atau ingin menyatukan domain dan hosting di satu tempat. Kekhawatirannya selalu sama: apakah website dan email akan mati selama proses transfer domain? Jawabannya: tidak harus. Transfer domain hanya memindahkan pengelolaan pendaftaran domain dari satu registrar ke registrar lain. Website baru akan down jika DNS ikut berubah dan tidak disiapkan dengan benar.
Kuncinya ada pada satu prinsip: pisahkan transfer registrar dari perubahan DNS. Jika name server dan record DNS tetap sama selama transfer, pengunjung tidak akan merasakan apa pun. Perubahan hosting atau DNS bisa dilakukan sebelum atau sesudahnya, terpisah dan terencana.
Panduan ini membahas syarat transfer, langkah demi langkah, cara menghindari downtime, aturan khusus domain .id dari PANDI, dan checklist yang bisa Anda ikuti.
Apa yang sebenarnya berpindah saat transfer domain
Ada tiga hal yang sering dianggap sama padahal berbeda:
- Registrar adalah tempat domain Anda terdaftar dan diperpanjang. Inilah yang berpindah saat transfer.
- DNS hosting adalah server yang menjawab pertanyaan "domain ini mengarah ke IP mana". Ditentukan oleh name server (record NS) domain.
- Web hosting dan email hosting adalah server tempat file website dan kotak surat berada.
Ketiganya bisa berada di penyedia berbeda. Banyak orang memakai name server milik registrar lama tanpa sadar. Inilah sumber downtime paling umum: begitu domain pindah dan layanan di registrar lama berakhir, zona DNS di sana ikut dihapus, sehingga domain tidak lagi mengarah ke mana pun.
Jadi, sebelum memulai, cek dulu name server domain Anda dengan alat DNS lookup. Jika hasilnya menunjukkan name server registrar lama, misalnya ns1.registrarlama.com, Anda perlu memindahkan DNS lebih dulu sebelum transfer. Jika name server milik hosting atau Cloudflare, transfer registrar praktis tidak menyentuh DNS.
Syarat transfer domain yang wajib dipenuhi
Aturan 60 hari
Untuk domain generik seperti .com, .net, dan .org, Transfer Policy ICANN mengizinkan registrar menolak transfer dalam 60 hari setelah domain didaftarkan atau 60 hari setelah transfer terakhir. Dalam praktiknya, hampir semua registrar menerapkan kunci ini.
Ada juga kunci 60 hari setelah perubahan registran (pergantian nama, organisasi, atau email pemilik). Registrar boleh menawarkan opsi opt-out sebelum perubahan dilakukan. Karena itu, jangan mengubah data pemilik tepat sebelum transfer, kecuali registrar Anda menyediakan opsi tersebut.
ICANN sedang menjalankan revisi Transfer Policy yang antara lain memperpendek masa kunci menjadi 30 hari. Sampai revisi itu resmi diterapkan registrar, anggap aturan 60 hari masih berlaku. Halaman Domain Name Transfers di ICANN memuat versi kebijakan yang berlaku.
Status domain tidak terkunci
Domain harus bebas dari status clientTransferProhibited (kunci yang dipasang registrar, bisa Anda buka sendiri di panel). Status lain yang menghalangi transfer:
serverTransferProhibited: kunci dari registri, biasanya karena sengketa atau permintaan khusus. Tidak bisa dibuka sendiri.pendingDeleteatauredemptionPeriod: domain sudah kedaluwarsa dan sedang dalam proses penghapusan. Pulihkan dulu di registrar lama.pendingTransfer: transfer sedang berjalan.
Cek status domain melalui cek WHOIS/RDAP sebelum memulai.
Domain tidak dalam sengketa dan tagihan beres
Registrar wajib menolak transfer jika ada proses sengketa yang berjalan (misalnya UDRP) atau perintah pengadilan. Registrar lama juga boleh menolak dalam kasus tertentu seperti dugaan penipuan. Mereka tidak boleh menahan transfer hanya karena Anda tidak mau memperpanjang di sana.
Akses ke email registran
Kode otorisasi dan email konfirmasi biasanya dikirim ke email kontak registran. Pastikan email itu masih aktif. Jika email registran berada di domain yang sama (admin@tokoanda.com) dan email domain bermasalah, ganti dulu ke alamat lain, dengan memperhatikan kunci 60 hari di atas.
Langkah demi langkah transfer domain
- Pastikan domain memenuhi syarat. Sudah lebih dari 60 hari sejak didaftarkan atau ditransfer, tidak terkunci registri, dan tidak dalam masa redemption.
- Rapikan DNS terlebih dahulu. Jika DNS masih di registrar lama, pindahkan ke DNS hosting atau Cloudflare (bagian berikutnya membahas caranya). Tunggu sampai perubahan name server stabil.
- Catat tanggal kedaluwarsa. Jangan memulai transfer beberapa hari sebelum domain habis. Jika waktunya mepet, perpanjang dulu di registrar lama.
- Buka kunci domain (domain lock atau transfer lock) di panel registrar lama.
- Minta kode EPP (juga disebut auth code, AuthInfo, atau transfer code). Jika panel tidak menyediakan fitur ambil sendiri, Transfer Policy ICANN mewajibkan registrar memberikannya paling lambat lima hari kalender sejak diminta.
- Ajukan transfer di registrar baru. Masukkan nama domain dan kode EPP di halaman transfer domain, lalu selesaikan pembayaran.
- Konfirmasi email. Registrar lama atau baru bisa mengirim email persetujuan. Setujui jika ada, agar proses tidak menunggu terlalu lama.
- Tunggu proses selesai. Untuk domain generik, jika registrar lama tidak merespons, transfer otomatis disetujui setelah lima hari kalender. Banyak transfer selesai lebih cepat jika Anda menyetujui email dari registrar lama.
- Verifikasi hasilnya. Cek WHOIS: registrar sudah berganti, tanggal kedaluwarsa bertambah, name server tetap sama.
- Aktifkan kembali kunci domain di registrar baru untuk mencegah transfer tanpa izin.
Apakah masa aktif domain hilang saat transfer?
Tidak. Untuk domain generik, transfer yang selesai menambah masa aktif satu tahun di atas tanggal kedaluwarsa lama, dengan batas total sepuluh tahun. Biaya transfer pada umumnya sudah mencakup perpanjangan satu tahun ini. Sisa masa aktif Anda tetap terbawa.
Cara menghindari downtime saat transfer domain
Pertahankan name server yang sama
Skenario paling aman: name server sudah menunjuk ke hosting atau penyedia DNS independen, dan Anda tidak mengubahnya selama transfer. Registrar baru akan menyalin name server yang terdaftar di registri. Website, email, dan semua record tetap berjalan seperti biasa.
Saat mengajukan transfer, periksa apakah registrar baru menawarkan opsi "gunakan name server saat ini". Hindari opsi yang otomatis mengganti name server ke milik registrar baru, kecuali Anda sudah menyiapkan zona DNS di sana.
Jika DNS masih di registrar lama: pindahkan dulu
- Ekspor atau catat semua record dari zona DNS lama: A, AAAA, CNAME, MX, TXT (termasuk SPF, DKIM, DMARC, dan verifikasi Google Search Console), SRV, dan CAA. Jangan hanya menyalin record A untuk website. Lupa menyalin MX dan TXT membuat email gagal terkirim atau masuk spam.
- Turunkan TTL record penting ke 300 detik sehari sebelumnya, agar perubahan cepat terlihat.
- Buat zona yang identik di penyedia DNS baru.
- Bandingkan jawaban kedua server sebelum mengganti name server:
dig @ns1.registrarlama.com tokoanda.com MX +short
dig @ns1.dnsbaru.com tokoanda.com MX +short
dig @ns1.registrarlama.com tokoanda.com TXT +short
dig @ns1.dnsbaru.com tokoanda.com TXT +short
- Ganti name server di registrar lama ke DNS baru.
- Biarkan zona lama tetap ada selama minimal 48 jam. Resolver yang masih menyimpan cache NS lama tetap mendapat jawaban yang benar.
- Setelah stabil, baru mulai transfer.
Penjelasan lengkap tentang jenis record dan TTL ada di panduan DNS record.
Perhatikan DNSSEC
Jika domain memakai DNSSEC dan Anda tidak mengganti penyedia DNS, record DS biasanya tetap valid setelah transfer. Masalah muncul ketika penyedia DNS berganti sementara record DS lama masih terpasang di registri: resolver yang memvalidasi DNSSEC akan menolak jawaban dari server baru, dan domain tampak mati bagi sebagian pengguna. Urutan amannya: nonaktifkan DNSSEC dan hapus record DS, tunggu TTL-nya habis, pindahkan DNS, lalu aktifkan DNSSEC kembali di penyedia baru.
Pindah hosting di waktu terpisah
Jika Anda juga ingin pindah hosting, lakukan dalam tahap terpisah: salin website dan email ke hosting baru, uji dengan file hosts lokal, lalu ubah record A atau name server. Menggabungkan pindah registrar, pindah DNS, dan pindah hosting dalam satu hari membuat masalah sulit dilacak.
Transfer domain .id: aturan khusus dari PANDI
Domain berakhiran .id mengikuti Kebijakan Pendaftaran Nama Domain PANDI, bukan Transfer Policy ICANN. Berdasarkan kebijakan PANDI versi 9.0, domain .id dapat dialihkan jika:
- Sudah melewati 60 hari sejak tanggal aktivasi atau tanggal pengalihan terakhir.
- Tidak kurang dari 10 hari sebelum masa berlaku domain berakhir.
- Registran penerima memenuhi persyaratan pendaftaran sesuai peruntukan ekstensinya, dan registrar penerima wajib memverifikasinya.
Untuk transfer antar-registrar, Anda menyerahkan permintaan beserta authcode ke registrar baru, lalu mengunggah dokumen persyaratan (identitas, legalitas, dan/atau dokumen pendukung) ke registrar penerima. Contohnya, transfer tokoanda.co.id memerlukan NIB dan identitas penanggung jawab, sama seperti saat pendaftaran baru. Untuk .id, .my.id, atau .web.id yang tidak mensyaratkan dokumen khusus, prosesnya biasanya lebih sederhana. Rincian dokumen per ekstensi ada di panduan daftar domain .id.
Soal masa aktif, kebijakan PANDI menyebut registrar penerima dapat menambahkan masa berlaku satu tahun. Tanyakan ke registrar baru apakah biaya transfer .id sudah termasuk perpanjangan, agar tidak ada salah paham soal tanggal kedaluwarsa.
Perhatikan batas 10 hari sebelum kedaluwarsa. Jika domain .id Anda akan habis dalam waktu dekat, perpanjang dulu di registrar lama, baru transfer setelahnya. Ingat pula bahwa transfer akan memicu kunci 60 hari baru.
Kesalahan umum saat transfer domain
- Memulai transfer saat DNS masih di registrar lama. Begitu transfer selesai, zona DNS lama bisa dihapus dan website serta email mati.
- Hanya menyalin record A. MX, TXT untuk SPF/DKIM/DMARC, dan record verifikasi layanan pihak ketiga ikut terlupakan.
- Mengubah data registran tepat sebelum transfer. Untuk domain generik, ini bisa memicu kunci 60 hari.
- Transfer terlalu dekat dengan tanggal kedaluwarsa. Untuk .id ada batas 10 hari, dan untuk domain generik risiko domain terlanjur masuk masa tenggang lebih besar.
- Kode EPP salah atau kedaluwarsa. Beberapa registrar membuat kode baru setiap kali diminta. Gunakan kode terbaru, salin tanpa spasi tambahan.
- Lupa mengunci domain kembali setelah transfer selesai.
- Tidak mencatat tanggal kedaluwarsa baru dan pengingat perpanjangan di registrar baru.
Checklist transfer domain tanpa downtime
- Domain sudah lebih dari 60 hari sejak didaftarkan atau ditransfer terakhir.
- Masa aktif masih cukup panjang (untuk .id, lebih dari 10 hari).
- Status domain bebas dari
serverTransferProhibited,redemptionPeriod, danpendingDelete. - Email registran aktif dan bisa menerima pesan.
- Name server sudah berada di hosting atau penyedia DNS yang tidak bergantung pada registrar lama.
- Semua record DNS sudah dicatat dan diuji di server baru (jika DNS dipindah).
- DNSSEC sudah disesuaikan jika penyedia DNS berganti.
- Domain sudah dibuka kuncinya dan kode EPP sudah di tangan.
- Dokumen persyaratan siap untuk domain .id tingkat kedua (.co.id, .ac.id, .sch.id, .or.id).
- Setelah selesai: registrar baru terlihat di WHOIS, name server tidak berubah, kunci domain aktif kembali.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa lama proses transfer domain?
Untuk domain generik seperti .com, transfer otomatis disetujui paling lambat lima hari kalender jika registrar lama tidak merespons, dan sering lebih cepat jika Anda menyetujui email konfirmasi. Transfer domain .id bergantung pada kelengkapan dokumen dan verifikasi di registrar penerima.
Apakah website akan mati saat transfer domain?
Tidak, selama name server dan record DNS tidak berubah. Downtime biasanya terjadi karena DNS masih dikelola registrar lama dan ikut terhapus setelah transfer.
Apa itu kode EPP?
Kode EPP atau auth code adalah kata sandi unik per domain yang membuktikan bahwa pemilik mengizinkan transfer. Kode ini diminta dari registrar lama dan dimasukkan saat mengajukan transfer di registrar baru.
Bisakah domain yang baru dibeli langsung ditransfer?
Umumnya tidak. Domain generik bisa ditolak transfernya dalam 60 hari sejak didaftarkan, dan domain .id baru bisa dialihkan setelah 60 hari sejak aktivasi.
Apakah sisa masa aktif domain hilang setelah transfer?
Tidak. Untuk domain generik, sisa masa aktif tetap terbawa dan ditambah satu tahun, dengan batas total sepuluh tahun. Untuk domain .id, registrar penerima dapat menambahkan satu tahun, jadi konfirmasikan ketentuannya sebelum membayar.
Bisakah domain yang sudah kedaluwarsa ditransfer?
Domain yang sudah masuk redemption atau pending delete tidak bisa ditransfer. Pulihkan atau perpanjang dulu di registrar lama, lalu transfer setelah statusnya normal kembali.
Langkah berikutnya
Jika domain Anda sudah memenuhi syarat dan DNS sudah aman, transfer bisa selesai tanpa pengunjung menyadarinya. Mulai dengan mengecek status dan registrar domain Anda di cek WHOIS, lalu ajukan transfer melalui halaman domain. Untuk domain .id tingkat kedua atau kasus seperti DNS yang masih di registrar lama, tim kami bisa membantu merencanakan urutannya lewat halaman kontak.